Checklist Isi Website Sekolah yang Sering Terlupakan
Tujuh belas hal yang dicari pengunjung situs sekolah — dan yang paling sering tidak ada di sana.
Kebanyakan situs sekolah punya halaman yang sama: Beranda, Profil, Visi Misi, Galeri, Kontak. Dan kebanyakan pengunjung tetap pergi tanpa menemukan yang mereka cari.
Penyebabnya bukan halamannya kurang, tapi isinya tidak menjawab pertanyaan yang sedang ada di kepala pengunjung. Berikut daftar periksanya.
Yang dicari orang tua calon siswa
- Biaya. Ini pertanyaan nomor satu, dan yang paling sering tidak dijawab. Kalau belum bisa menyebut angka pasti, sebutkan kisaran atau setidaknya komponennya.
- Jadwal PPDB. Kapan dibuka, kapan ditutup, kapan pengumuman. Dengan tahun yang jelas tertulis.
- Syarat pendaftaran. Daftar berkas, bukan kalimat "hubungi kami untuk informasi lebih lanjut".
- Jurusan atau program beserta penjelasan singkat yang bisa dipahami orang awam.
- Lokasi dengan peta yang bisa diklik, bukan cuma alamat tertulis.
- Prestasi terbaru — dengan tahun. Prestasi tanpa tahun dianggap lama.
Yang dicari orang tua siswa aktif
- Kalender akademik — libur, ujian, pembagian rapor.
- Pengumuman terbaru di tempat yang mudah terlihat, bukan terkubur di menu ketiga.
- Cara menghubungi wali kelas atau prosedur perizinan.
- Tautan ke portal atau aplikasi kalau sekolah punya.
Yang dicari alumni dan pihak luar
- Prosedur surat keterangan atau legalisir ijazah.
- Kontak resmi — nomor yang benar-benar dijawab, bukan nomor telepon kantor yang tidak pernah diangkat.
- Data pokok sekolah — NPSN, akreditasi, status. Sering dibutuhkan untuk keperluan administrasi.
Hal kecil yang berdampak besar
Tahun yang jelas di setiap informasi
"Pendaftaran dibuka Mei" tidak berguna tanpa tahun. Pengunjung tidak bisa membedakan halaman yang baru diperbarui dari halaman yang ditinggalkan tiga tahun lalu.
Nomor WhatsApp yang bisa langsung diklik
Menyalin nomor lalu menyimpannya lebih dulu adalah dua langkah tambahan, dan sebagian orang berhenti di situ. Tautan yang langsung membuka percakapan menghilangkan hambatan itu.
Foto dengan wajah terlihat
Foto gedung kosong tidak menceritakan apa pun tentang sekolah. Foto kegiatan dengan siswa yang terlihat wajahnya jauh lebih meyakinkan — tentu dengan izin yang sudah diurus.
Halaman yang bisa dibaca di ponsel
Uji dengan cara paling sederhana: buka situs sekolah Anda di ponsel sendiri, di bawah sinar matahari, dengan jaringan seluler biasa. Kalau Anda sendiri kesulitan, orang tua calon siswa lebih kesulitan lagi.
Yang justru sebaiknya tidak ada
- Musik yang menyala otomatis. Selalu mengejutkan, tidak pernah disukai.
- Berita terakhir bertahun lalu. Lebih baik tidak ada bagian berita daripada bagian berita yang mati.
- Buku tamu. Hampir selalu berakhir jadi tempat spam.
- Penghitung pengunjung. Angkanya tidak menarik bagi siapa pun kecuali pemilik situs.
- Halaman "Under Construction". Lebih baik halamannya tidak ada di menu sampai benar-benar siap.
Cara memakai daftar ini
Buka situs sekolah Anda sekarang, dan coba temukan sepuluh hal pertama dalam daftar ini. Hitung berapa yang ketemu dalam waktu di bawah tiga puluh detik. Angka itu adalah nilai situs Anda menurut orang yang belum kenal sekolah Anda — dan itulah nilai yang benar-benar menentukan.
Zulfiqri
Membangun dan merawat sistem informasi sekolah sejak beberapa tahun terakhir — termasuk yang dipakai sendiri tiap hari di sekolah sendiri.
Sedang menghadapi hal yang ditulis di atas?
Ceritakan kondisi sekolah Anda. Konsultasinya gratis dan tidak mengikat — termasuk kalau jawabannya ternyata Anda belum perlu apa-apa.